PTDI Gencarkan Ekspor Pesawat

PTDI Gencarkan Ekspor Pesawat

Menginjak usia ke 42, PT Dirgantara Indonesia yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bertekad untuk menggencarkan ekspor pesawat ke berbagai negara.

Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro mengungkapkan telah melakukan ekspor sebanyak 48 unit pesawat ke negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, Senegal, Brunei Darussalam, Pakistan dan Korea Selatan.

Untuk periode 2018-2020, perseroan telah mengantongi Kontrak Berjalan Ekspor berupa 2 unit pesawat NC212i Paratroop version untuk Kemeterian Pertanian Thailand, 1 unit CN235 -220 Troop & Paratroop version untuk Tentara Nepal dan 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal. Total nilai kontrak yang dikantongi perseroan untuk periode 2018-2020 tercatat sebesar 79,80 juta dolar AS atau Rp 1,18 triliun.

Selain itu, pada tahun 2018 ini juga, PT DI telah mengantongi Kontrak Berjalan Ekspor 2 unit NC212i untuk angkatan bersenjata Filiphina dan 3 unit NC212i untuk angkatan udara Vietnam dengan nilai kontrak sebesar 33,53 juta dolar AS atau setara dengan Rp 525,84 miliar.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong penjualan ekspor antara lain dengan sinergi dengan para stakeholder dan juga kerjasama dengan financial institution untuk pendanaan PT DI.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan Kementerian BUMN terus memberikan dukungan bagi peningkatan ekspor produk-produk dalam negeri, salah satunya ekspor pesawat buatan dalam negeri.

“Di tengah kondisi pelemahan mata uang rupiah, kita terus mendorong agar PT DI untuk meningkatakan penjualan ekspor. Dalam jangka panjang juga kita harapkan, BUMN ini juga terus meningkatkan daya saing produksinya sehingga bisa terus melebarkan sayapnya, tidak hanya di negara-negara Asia tetapi juga di Eropa, Amerika dan Afrika,” kata Harry.

Ia juga mengapresiasi berbagai produk yang telah dihasilkan oleh PT DI sejak berdiri pada tahun 1976 antara lain berupa pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. Selama 42 tahun, PTDI telah menyerahkan lebih dari 400 pesawat terbang kepada 49 operator sipil dan militer, di dalam dan luar negeri.

PT DI juga memproduksi berbagai jenis pesawat terbang CN235 dengan type certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei dan pengawas pantai.

Post a Comment

0 Comments