Kedekatan Presiden Jokowi Dengan Santri Akan Dikuatkan Dengan Gelar Bapak Santri Indonesia

Kedekatan Presiden Jokowi Dengan Santri Akan Dikuatkan Dengan Gelar Bapak Santri Indonesia
Perhatian besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kaum santri selama ini mendorong Forum Santri Indonesia (FSI) mengutarakan dukungan politiknya kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satunya dengan menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Selain itu dukungan FSI diberikan atas kinerja pemerintah yang dianggapnya memberikan progres baik ke masyarakat.  Kesungguhan dukungan ini pun akan dilengkapi dengan pemberian penghargaan kepada Presiden Jokowi. Dia akan dinobatkan sebagai Bapak Santri Indonesia.

“Kita Insya Allah nanti di bulan Maret akan memberikan penghargaan kepada Presiden. kita angkat menjadi Bapak Santri Indonesia mutlak,” ujar Ketua Umum DPP FSI, Irwan Ari Kurnia di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12).

Dukungan tersebut disampaikan langsung di kediaman Cawapres Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

“Tujuan kami, FSI bersilahturahmi dengan Kiai Ma’ruf Amin, kami bertekad bulat ingin berikhtiar secara maksimal, berdoa secara ikhlas kepada Allah, supaya pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin terpilih sebagai presiden dan wakil presiden,” kata Ketua Dewan Pembina Rokhmin Dahuri, di Jalan Situbondo, Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Selain Jokowi, FSI juga akan menjadikan Ma’ruf Amin sebagai gurunya para santri.Dalam kesempatan ini, FSI juga akan mendoakan Jokowi-Ma’ruf agar sukses di Pilpres 2019.

“Beliau (Ma’ruf Amin) sudah pasti tentu menjadi gurunya para santri. Jadi dari semua calon, beliau inilah yang dari kalangan Kiai. Dan kami sebagai santri berkewajiban mendoakan beliau, agar beliau lancar, (untuk membawa) menuju bangsa Indonesia lebih baik,” pungkas Rokhmin

Dukungan nyata para santri ini membuktikan keberpihakan Jokowi pada kaum santri khususnya dan umat Islam pada umumnya. Terlebih saat ini Presiden Jokowi akan didampingi calon wakil presiden KH. Ma’ruf Amin yang telah malang melintang berbakti di dunia pesantren.

Hal ini bertolak belakang dengan capres penantang Prabowo Subiyanto yang selama ini tidak pernah mengangkat isu santri selama lima tahun terakhir, serta baru berupaya merebut simpati dan dukungan melalui pendekatan terhadap santri sebagai bentuk pencitraan menjelang Pemilu.

Gerakan-gerakan dukungan ulama pro Prabowo tidak menunjukkan tujuan dan program mereka untuk kemaslahatan umat muslim se Indonesia, namun hanya untuk segelintir ulama pendukung Prabowo saja.

Post a Comment

0 Comments