Pembangunan Jalur Alternatif di Selatan Jawa Barat Oleh Kementerian PUPR

Pembangunan Jalur Alternatif di Selatan Jawa Barat Oleh Kementerian PUPR
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jalan tembus Ibun-Kamojang yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Garut. Jalur tersebut merupakan akses penunjang Jalan Strategis Nasional Jawa Barat Selatan, dan juga bertujuan sebagai jalur alternatif mudik pada saat hari raya.

Fungsi lain jalur itu yakni sebagai akses wisata Geotermal dan Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi Kamojang. Kegiatan pembangunan Jalan Tembus Kamojang pada tahap awal pembangunan meliputi kegiatan pembangunan Jembatan Pelengkung Rangka Baja dan Pembangunan Jalan Beton dengan Panjang kurang lebih sekitar 2,4 km.

Menurut catatan yang diberikan Kementerian PUPR, dalam proses pelaksanaan konstruksi dilakukan upaya mengendalikan air permukaan pada jalan maupun area sekitarnya dengan menyediakan saluran drainase jalan, saluran drainase lereng, dan penanganan sedimentasi.

Bentuk pembangunan proyek ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap lereng dengan vegetasi dan struktur penahan tanah menghindari kelongsoran bukit.

Selain itu, turut dilakukan upaya meminimumkan dampak polusi udara dengan menanam pohon dan polusi, efisiensi waktu pelaksanaan dengan terus melakukan koordinasi, efektifitas kegiatan. Hal ini agar terdapat efisiensi biaya dengan pengadaan material campuran di area terdekat dengan lokasi, dan pengadaan material lokal.

Tak hanya di Jawa Barat, Kementerian PUPR juga kini tengah membangun Jembatan Tayan di Kalimantan Barat. Pembangunan jembatan ini beserta jalan aksesnya diharapkan akan sangat bermanfaat bagi jalur transportasi antar provinsi di Pulau Kalimantan.

Kehadiran Jembatan Tayan akan mempercepat pelayanan angkutan manusia dan kebutuhan logistik yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Selain itu, jembatan ini pun turut menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Sanggau.

Pembangunan Jembatan Tayan berupa Rangka Baja Pelengkung (Arch Bridge) dalam pembangunannya memperhatikan pengendalian aliran air permukaan pada jalan maupun area sekitarnya dengan menyediakan saluran drainase jalan, saluran drainase lereng, dan penanganan sedimentasi.

Di samping itu dilakukan upaya meminimumkan dampak polusi udara dengan menanam pohon, efisiensi waktu pelaksanaan dengan terus melakukan koordinasi, dan pengadaan material lokal.

Post a Comment

0 Comments