Buku 'Ulama Bertutur Tentang Jokowi' Tepis Tuduhan Jokowi Anti-Islam


Sebuah buku berjudul 'Ulama Bertutur Tentang Jokowi' diluncurkan. Penulisnya, Mukti Ali Qusyairi, melakukan penelitian dan wawancara langsung terkait isu-isu negatif yang menerpa Presiden Joko Widodo.

Mukti mengaku resah atas banyaknya isu yang menyebut Jokowi anti-Islam, Jokowi PKI, ataupun Jokowi yang pro terhadap asing. Mukti lalu melakukan penelitian selama 8 bulan, bertemu dengan sekitar 60 kiai dan nyai, yang kemudian hasil penelitian itu ia tuangkan dalam sebuah buku bertajuk 'Ulama Bertutur Tentang Jokowi: Jalinan Keislaman, Keumatan, dan Kebangsaan'.

"Isu ini tentunya... setelah saya mendapatkan jawaban di lapangan berarti tidak benar kalau Pak Jokowi anti-Islam karena banyak sekali program-programnya yang bermanfaat bagi umat Islam," kata Mukti saat acara peluncuran dan bedah bukunya di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Buku terbitan Republika ini terdiri atas 640 halaman. Buku ini terbagi dalam 11 bagian yang, antara lain, mengisahkan jejak religiositas Jokowi, relasi Jokowi dengan ulama, hingga pembelaan ulama dan keluarga untuk Jokowi saat menghadapi gelombang fitnah.

"Semuanya tidak.... Hoax dan fitnah yang beredar itu ditepis semua oleh para ulama, para kiai, apalagi para nyai dan kiai yang ada di Solo," ujar Mukti.

Mukti menampik bila dikatakan peluncuran buku ini untuk kampanye. Menurutnya, buku ini murni hasil penelitian mendalamnya untuk melengkapi bahasan yang belum pernah diangkat oleh penulis lain.

"Memang sebenarnya bukan untuk kampanye. Namun akhirnya ini terbit pada masa kampanye itu secara kebetulan saja. Karena buku setebal itu kan tidak mungkin muncul begitu saja," tegasnya.


Dalam peluncuran dan bedah buku ini, hadir pula guru mengaji Jokowi di Solo, KH Abdul Karim. Karim menuturkan bahwa keislaman Jokowi sempurna. Ia juga menampik isu yang menyebut Jokowi aktivis PKI.

"Bapak Jokowi itu Islam-nya itu kafah, sempurna. Betul-betul saya merasakan keislamannya beliau itu sebelum jadi wali kota. Dia sering pengajian, sering jemaah salat di masjid, dan lain-lain. Kafah, betul-betul sempurna. Lima rukun Islam itu dia sudah lakukan," tutur Karim saat diminta memberikan kesaksian.

"Terus ada isu bahwa beliau PKI, anti-Islam, itu sudah terjawab dengan perbuatan beliau. Kerja-kerjanya, program-program beliau sudah merupakan jawaban dari isu itu. Yang saya heran, menurut pengamatan saya yang mengisukan beliau PKI, anti-Islam, itu justru orang Islam. Kesimpulan saya, yang mengatakan beliau PKI punya penyakit iri karena keberhasilan-keberhasilan beliau. Saya berdoa sudah tidak ada isu negatif kepada beliau," imbuhnya.
Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, yang juga hadir dalam peluncuran buku ini, mengapresiasi penulis karena menulis buku berdasarkan riset yang kredibel. Teten menilai buku ini bisa menjadi jawaban untuk fitnah-fitnah yang selama ini dilontarkan kepada Jokowi.

"Sehingga dengan buku ini, orang-orang yang terpapar ideologi bohong, ideologi fitnah, ini bisa tercerahkanlah. Tidak boleh lah orang terus salah, kita harus luruskan. Dan buku ini saya kira bisa meluruskan karena buku ini berdasarkan penuturan tentang kesaksian para kiai berdasarkan kiprah Pak Jokowi dalam mendukung, membesarkan pesantren, memberikan dukungan kepada kegiatan keagamaan, dan lain-lain," jelasnya.
Dikatakan Teten, Jokowi sudah membaca buku ini. Jokowi pun berkelakar dengan mengatakan buku tentangnya ini terlalu tebal.

"Pak Jokowi kemarin saya tanya gimana, dia jawab 'sudah sahlah Islam saya'. Lucu ya. Karena selama ini dianggap kurang Islam. Kayaknya beliau sudah baca, saya lihat sudah ada di meja beliau. Waktu saya tanya gimana komentarnya, 'Tebel banget, udah sahlah keislaman saya.' Rileks gitu dia melihatnya," ujar Teten.

Post a Comment

0 Comments