Presiden Joko Widodo Mengungkap Alasan Mangkraknya Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta




Calon Presiden petahana nomor urut 01 Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap alasan mangkraknya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Menurut dia selama ini pemerintah terlalu banyak memikirkan untung dan rugi saja.

"Waktu jadi Gubernur (DKI Jakarta) kita memutuskan MRT, kenapa saya berani memutuskan itu, lama ini sudah 26 tahun direncanakan," kata Jokowi dalam sambutan di acara deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2).

"Kenapa tidak segera diputuskan? Karena dari hitung-hitungan, kalkulasi, terus dihitung-hitung, hitungannya rugi. Sehingga tidak bisa diputuskan sampai 26 tahun," sambungnya.

Menurut Jokowi jika pemerintah terus berpikir tentang kerugian saat membangun MRT dan LRT maka Jakarta tidak akan pernah memiliki dua moda transportasi publik tersebut. Karena itu, menurutnya, membangun MRT dan LRT, adalah salah satu bagian dari keputusan politik strategis yang dia ambil saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya secara politik ini keputusan politik saya ambil dengan semua risiko. Semua risiko yang juga pasti saya terima. Ada yang caci maki saya. Ada yang menghina silakan. Ada yang memfitnah silakan. Tapi itu adalah ke politik, bukan berhitung untung dan rugi," ujarnya.

Jokowi juga mengungkapkan keputusan strategis lainnya yang ia ambil saat menjabat sebagai Presiden saat ini. Salah satu keputusan yang ia ambil dan memerlukan keberanian besar adalah membubarkan perusahaan Petral.

"Keputusan membubarkan Petral itu juga membutuhkan keberanian," tukas Jokowi.

Post a Comment

0 Comments